1.
Sumberdaya
Konsumen dan Pengetahuan
A. Sumber
daya konsumen
Sumber
daya ekonomi pada dasarnya diartikan sebagai sesuatu sumber daya yang dimiliki
baik yang tergolong pada sumber daya alam maupun sumber daya manusia yang dapat
memberikan manfaat serta dapat digunakan sebagai modal dasar pembangunan
(ekonomi) wilayah tingkat ketergantungan terhadap sumberdaya secara struktural
harus bisa dialihkan pada sumberdaya alam lain. Misalnya, penggunaan energi
sinar matahari, panas bumi, atau gelombang laut termasuk angin, akan dapat
mengurangi ketergantungan manusia terhadap sumberdaya alam yang tidak dapat
diperbarui. sumberdaya alam yang tidak dapat diperbarui (non-renewable or
exhaustible resources). Jenis sumberdaya ini pada dasarnya meliputi sumberdaya
alam yang mensuplai energi seperti minyak, gas alam, uranium, batubara serta
mineral yang non energi seperti misalnya : tembaga, nikel,aluminium,dll.
Sumberdaya alam jenis ini adalah sumberdaya alam dalam jumlah yang tetap berupa
deposit mineral (mineral deposits) diberbagai tempat dimuka bumi. Sumberdaya
alam jenis ini bisa habis baik karena sifatnya yang tidak bisa diganti oleh
proses alam maupun karena proses penggantian alamiahnya berjalan lebih lamban
dari jumlah pemanfaatannya. sumberdaya alam yang potensial untuk diperbarui
(potentially renewable resources)
B.
Pengetahuan
Pengetahuan
konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam
produk, serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan
dengan fungsinya sebagai konsumen.
Pengetahuan Konsumen
terbagi kedalam tiga macam :
·
Pengetahuan Produk
·
Pengetahuan Pembelian
·
Pengetahuan Pemakaian
2.
Sikap
Motivasi & Konsep Diri
Menurut
Allport (1935)
Sikap adalah kondisi mental dan neural yang diperoleh dari pengalaman, yang
mengarahkan dan secara dinamis mempengaruhi respon-respon individu terhadap
semua objek dan situasi yang terkait.
Pengertian
Motivasi
Motivasi
konsumen yang dilakukan oleh produsen sangat erat sekali berhubungan dengan
kepuasaan konsumen. Untuk itu perusahaan selalu berusaha untuk membangun
kepuasan konsumen dengan berbagai kebutuhan dan tujuan dalam konteks perilaku
konsumen dengan berbagai kebutuhan dan tujuan dalam konteks perilaku konsumen
mempunyai peranan penting karena motivasi timbul karena adanya kebutuhan yang
belum terpenuhi dan tujuan yang ingin dicapai. Kebutuhan menunjukkan kekurangan
yang dialami seseorang pada suatu waktu tertentu. Kebutuhan di pandang sebagai
penggerak atau pembangkit perilaku. Artinya jika kebutuhan akibat kekurangan
itu muncul, maka individu lebih peka terhadap usaha motivasi para konsumen.
Dengan
demikian motivasi dapat diartikan sebagai pemberi daya penggerak yang
menciptakan kegairahan seseorang agar mereka mau bekerjasama, bekerja efektif
dan terintegrasi dengan segala upayanya untuk mencapai kepuasan.
Pengertian
Konsep Diri
Menurut
Stuart dan Sudeen 9!(88), konsep diri adalah semua ide, pikiran,
kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan
mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain. Hal ini
termasuk persepsi individu akan sifat dan kemampuannya, interaksi dengan orang
lain dan lingkungan, nilai-nilai yang berkaitan dengan pengalaman dan objek,
tujuan serta keinginannya.
3. Kepribadian Nilai dan Gaya hidup
Nilai Kepribadian
Kepribadian
itu memiliki banyak arti, bahkan saking banyaknya boleh dikatakan jumlah
definisi dan arti dari kepribadian adalah sejumlah orang yang menafsirkannya.
Hal ini terjadi karena adanya perbedaan dalam penyusunan teori, penelitian dan
pengukurannya.
MAY mengartikan
keperibadian sebagai “Personalitiy is a social stimus value”. Artinya
personality itu merupakan perangsang bagi orang lain. Jadi bagaimana orang lain
bereaksi terhadap kita, itulah kepribadian kita.
Gaya Hidup
Gaya
hidup merupakan sebuah penggambarkan “keseluruhan diri seseorang” yang
berinteraksi dengan lingkungannya (Kottler dalam Sakinah,2002).
Pendekatan
gaya hidup cenderung mengklasifikasikan konsumen berdasarkan variabel-variabel
Activity, Interest, Opinion, yaitu aktivitas, interes (minat), dan opini
(pandangan-pandangan). Menurut Setiadi sikap tertentu yang dimiliki konsumen
terhadap suatu objek tertentu bisa mencerminkan gaya hidupnya. Gaya hidup
seseorang bisa juga dilihat dari apa yang disenangi, ataupun pendapatnya
mengenai objek tertentu.
Gaya
hidup hanyalah salah satu cara mengelompokkan konsumen secara psikografis. Gaya
hidup pada prinsipnya adalah bagaimana seseorang menghabiskan waktu dan
uangnya. Ada orang yang senang mencari hiburan bersama kawan-kawannya, ada yang
senang menyendiri, ada yang bepergian bersama keluarga, berbelanja, melakukan
aktivitas yang dinamis, dan ada pula yang memiliki dan waktu luang dan uang
berlebih untuk kegiatan sosial-keagamaan. Kasali menyatakan bahwa gaya hidup
mempengaruhi perilaku seseorang, dan akhirnya menentukan pilihan-pilihan
konsumsi seseorang.
Manfaat jika memahami
gaya hidup konsumen :
·
Pemasar dapat menggunakan gaya hidup
konsumen untuk melakukan segmentasi pasar sasaran.
·
Pemahaman gaya hidup konsumen juga akan
membantu dalam memposisikan produk di pasar dengan menggunakan iklan.
·
Jika gaya hidup diketahui, maka pemasar
dapat menempatkan iklannya pada media-media yang paling cocok.
·
Mengetahui gaya hidup konsumen, berarti
pemasar bisa mengembangkan produk sesuai dengan tuntutan gaya hidup
mereka.