Penalaran Induktif
Penalaran
induktif adalah suatu proses berpikir yang menarik kesimpulan dari sesuatu yang
khusus menuju sesuatu yang umum. Contohnya pada pengamatan logam, jika dipanasi
ternyata berbeda dari seblumnya logam akan menunjukkan bertambah panjang. Disini
dapat disimpulkan secara umum bahwa logam jika dipanaskan akan bertambah
panjang.
Penalaran Induktif
dapat dilakukan dengan tiga cara:
A. Generalisasi
Generalisasi
adalah proses penalaran yang berpikir dari sejumlah gejala atau peristiwa yang
serupa untuk menarik kesimpulan mengenai semua atau sebagian dari gejala atau
peristiwa itu. Generalisasi diturunka dari gejala-gejala khusus yang diperoleh
melalui pengalaman, observasi, wawancara, atau studi dokumentasi.
Contoh penalaran
induktif dengan cara Generalisasi:
Seorang
ilmuwan menemukan bahwa kambing, sapi, onta, kerbau, kucing, harimau, gajah,
rusa, kera adalah binatang menyusui. Hewan-hewan itu menghasilkan turunannya
melalui kelahiran. Generalisasinya bahwa
semua binatang menyusui mereproduksi turunannya melalui kelahiran.
B. Analogi
Analogi
adalah suatu proses yag bertolak dari peristiwa atau gejala khusus yang satu
sama lain memiliki kesamaan untuk menarik sebuah kesimpulan. Karena titik tolak
penalaran ini adalah kesamaan karakteristik di antara dua hal, maka
kesimpulannya yang didapat didasarkan pada persamaan diantara dua hal yang
berbeda. Dengan demikian, dasar kesimpulan yang digunakan merupakan ciri pokok
atau esensial dari dua hal yang dianalogikan.
Tujuan dari penalaran secara analogi
yakni ;
- Analogi dilakukan untuk meramalkan kesamaan.
- Analogi dilakukan untuk menyingkap kekeliruan.
- Analogi dilakukan untuk menyusun klasifikasi.
Bcontoh penalaran
induktif dengan cara Analogi
Dalam riset medis,
para peneliti mengamati berbagai efek dari bermacam bahan melalui eksperimen
binatang seperti tikus dan kera, yang dalam beberapa hal memiliki kesamaan
karakter anatomis dengan manusia. Dari kajian itu, akan ditarik kesimpulan
bahwa efek bahan-bahan uji coba yang ditemukan pada binatang juga akan terjadi
pada manusia.
Seorang
profesor anatomi dari University of California tertarik untuk meneliti pengaruh
pil kontrasepsi terhadap pertumbuha cerebral cortex wanita, sebuah bagian otak
yang mengatur kecerdasan. Dia menginjeksi sejumlah tikus betina dengan sebuah
hormon yang isinya serupa dengan pil. Hasilnya tikus-tikus itu memperlihatkan
pertumbuhan yang sangat rendah dibandingkan dengan tikus-tikus yang tidak
diberi hormon itu. Berdasarkan studi itu, Dr. Diamond menyimpulkan bahwa pil
kontrasepsi dapat menghambat perkembangan otak penggunanya. Profesor menganalogikan
anatomi tikus dengan manusia. Jadi apa yang terjadi pada tikus, akan terjadi
pula pada manusia.
C. Hubungan Kausal
(Sebab Akibat)
Penalaran induktif
dengan melalui hubungan kausal (sebab akibat) merupakan penalaran yang bertolak
dari hukum kausalitas bahwa semua peristiwa yang terjadi di dunia ini terjadi
dalam rangkaian sebab akibat. Tak ada suatu gejala atau kejadian pun yang
muncul tanpa penyebab.
Cara berpikir seperti
itu sebenarnya lazim digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti halnya
dalam dunia ilmu pengetahuan.
Contoh:
§ Ketika
seorang ibu melihat awan tebal menggantung, dia segera memunguti pakaian yang
sedang dijemurnya. Tindakannya itu terdorong oleh pengalamannya bahwa mendung
tebal (sebab) adalah pertanda akan turun hujan (akibat).
§ Seorang
petani menanam berbagai jenis pohon dipekarangannya, tanaman tersebut dia
sirami, dia rawat dan dia beri pupuk. Anehnya, tanaman itu bukannya semakin
segar, melainkan layu bahkan mati. Tanaman yang mati dia cabuti. Ia melihat
ternyata akar-akarnya rusak da dipenuhi rayap. Berdasarkan temuannya itu,
petani tersebut menyimpulkan bahwa biang keladi rusaknya tanaman (akibat)
adalah rayap (sebab)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar